Minggu, 24 November 2013 | 16:50 WIB
Maryani menyatakan, waria punya hak beribadah. Ia sudah melaksanakan umrah ke Mekkah pada April 2013.
Minggu, 24 November 2013 | 16:44 WIB
Maryani pendiri pesantren waria pernah menjalani kehidupan malam. Jadi pengamen dan bekerja di salon.
Minggu, 24 November 2013 | 16:44 WIB
Taman Lawang tahun 1970 hanya tempat kumpul waria. Belum menjajakan diri untuk mendapat uang.
Minggu, 24 November 2013 | 16:14 WIB
Klub gay dan waria yang sudah ada sejak tahun 1980. Fenomenal terutama bagi kalangan ekspatriat.
Minggu, 24 November 2013 | 16:12 WIB
Pondok pesantren khusus waria di Notoyudan, Yogyakarta. Waria tidak mondok tapi tinggal di rumah masing-masing
Minggu, 24 November 2013 | 16:02 WIB
Waria di Yogyakarta merasa punya solidaritas tinggi dibanding gay atau lesbi. Itu karena waria selalu mendapatkan diskriminasi sejak kecil.
Minggu, 24 November 2013 | 11:52 WIB
Berjuang dari diskriminasi yakni, tak punya kesempatan memperoleh pekerjaan.
Minggu, 24 November 2013 | 11:46 WIB
60 persen waria Yogyakarta tidak memiliki kartu identitas (KTP). Salah satu alasan, bingung mengisi kolom isian jenis kelamin.
Minggu, 24 November 2013 | 11:34 WIB
Waria di Yogyakarta 60 persen pengamen dan pekerja seks. Tahun ini ikatan waria Yogya dan pemerintah DIY gelar ketrampilan untuk dapat pekerjaan layak
Minggu, 24 November 2013 | 04:55 WIB
"Mungkin mereka terhibur kalau saya tampil sebagai waria."